Jumat, 15 November 2013

3. Langkah-Langkah Dalam Penulisan Karya Ilmiah dan Data yang harus di Cantumkan dalam Penulisan Ilmiah.


             Kali ini saya akan menjelaskan tentang Langkah-Langkah Dalam Penulisan Karya Ilmiah  :

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Menulis laporan karya ilmiah sering kali menjadi masalah banyak orang. Mulai dari anak smp yang mungkin telah pernah membuat karya ilmiah sampai pada calon doctor yang sedang dalam masa disertasi. Berbagai Alasan dikemukakan seperti tak ada waktu, sibuk, biaya kurang dan yang lainnya.

Menyelesaikan laporan karya ilmiah terkait dengan kegiatan menulis. Seperti yang kita ketahui, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masi menjadi masalah di negeri kita. Keterampilan menulis memang tidak bisa muncul dengan serta merta. Dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara talenta manusia dengan wawasan kebahasaan. Talenta melahirkan semangat menulis, dan wawasan kebahasaan menjadi modal untuk terampil menulis. Talenta saja tidak cukup, sebab sebagai sebuah kemampuan dibutuhkan latihan yang rutin dan benar sebagai tujuan untuk pengasahan kemampuan yang sudah dimiliki. Semakin sering berlatih maka kemampuan menulis akan semakin baik. Jika hanya sekadar ingin pandai menulis, memang hanya dibutuhkan waktu beberapa bulan saja. Namun untuk menjadi penulis yang handal dibutuhkan waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun.

Tulisan bersifat efektif apabila didasarkan atas prinsip-prinsip yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya, yaitu kejelasan, ketetapan, dan kenalaran. Seperti halnya sebuah percobaan, tulisan harus didasarkan pada koordinasi yang baik dan rapi. Seperti salah satu kata ahli bahasa Petrson, 1980 bahwa koordinasi yang baik merupakan kunci utama tulisan yang baik.

Menulis laporan karya ilmiah sama halnya dengan karya ilmiah popular lainnya. Oleh karena itu dalam makalah ini saya mengangkat tema penulisan karya ilmiah.


Langkah - langkah dalam penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut :


1. Tahap Persiapan 


Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah;
 
1.    Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;

a.    Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat dilakukan untuk merumuskan tujuan diantaranya;
1)    Usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana;
2)    Ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
3)    Jika kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
 
b.    Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.

c.    Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam memfokuskan topik;
1)    Fokuskan topik agar mudah dikelola;
2)    Ajukan pertanyaan
2.    Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.
3.    Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.

Pengumpulan Informasi untuk Penulisan Karya Ilmiah

A.MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN


Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual.
Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.

1.    Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog
Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.

2.    Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh
Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah;
a.    Atur waktu membaca
b.    Bacalah secara selektif
c.    Bacalah secara bertanggung jawab
d.    Bacalah secara kritis
 
3.    Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.

4.    Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari sumber  bacaan yang kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.

5.    Membuat Kutipan
Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti sesungguhnya.


MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN

Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;
1.    Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
2.    Mempersiapkan pedoman wawancara
3.    Melaksanakan wawancara
4.    Mengolah hasil wawancara

 2. Proses Penulisan
BAGIAN AWAL




A.  Halaman sampul
Berisi judul secara lengkap, kata “karya ilmiah” diajukan sebagai…, lambang, nama penulis, Institusi, tahun, kota.
B.  Lembar Persetujuan
Berisi, Karya Ilmiah oleh…, ini telah disetujui untuk dipresentasikan. Nama lengkap pembimbing 1 dan pembimbing 2, serta tanda tangan keduanya.
C.   Abstrak
Berisi latar belakang, masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, kesimpulan yang dapat ditarik, serta jika ada saran yang diajukan.
Note: Pembuatan abstrak dilakukan ketika peneliti telah sampai pada kesimpulan dari penelitian. Abstrak berisi garis besar dari penelitian yang dilakukan peneliti.
D.  Kata pengantar
Berisi ucapan syukur, ringkasan penelitian, ucapan terimakasih, harapan kritik dan saran yang membangun.
E.  Daftar isi
Memuat judul bab, judul subbab, judul anak subbab yang disertai nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Semua judul bab dikerik dengan huruf capital.
F.   Daftar tabel
Memuat nomor table, judul table, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal, antara judul tabel yang satu dengan judul tabel yang lain di beri jarak 2 spasi.
G.  Daftar gambar
Cantumkan nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks.


BAB 1 PENDAHULUAN
a.   Latar Belakang Penelitian
Diuraikan tentang garis besar yang akan diselidiki/diamati, mengapa diselidiki, bagaimana menyalidikinya dan untuk apa diselidiki atau diteliti.
b.   Identifikasi Masalah
Menguraikan lebih jelas tentang masalah yang telah ditetapkan pada latar belakang penelitian. Di dalamnya berisi rumusan eksplisit masalah yang terkandung pada suatu fenomena. Perumusannya diurut sesuai dengan urutan intensitas pengaruhnya dalam topic penelitian. Bentuknya biasanya berupa kalimat pertanyaan atau dapat pula berupa kalimat pernyataan yang menggugah perhatian.
c.   Batasan masalah
Penggunaannya agar permasalahan yang akan dibahas tidak melebar, dengan pembatasan masalah jenis atau sifat hubungan antara variabel yang timbul dalam perumusan masalah, dan subek penelitian semakin kecil ruang lingkupnya. Batasan masalah biasanya diuraikan dalam bentuk kalimat pernyataan.
d.   Rumusan masalah
Merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya, pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi masalah. Dalam format kalimat Tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampilkan variabel yang akan diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variable tersebut, dan subjek penelitian.
e.   Tujuan penelitian
Maksud atau hal-hal yang ingin dicapai, serta sasaran yang dituju oleh peneliti. Di tuangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.
f.     Kegunaan Penelitian
Harapan yang berkaitan dengan hasil penelitian, baik praktis maupun teoritis. Sampai seberapa jauh hasil penelitian bermanfaat dalam kegunaan praktis, serta pengembangan sesuatu ilmu sebagai landasan dasar pengembangan selanjutnya. Harus ada keseimbangan antara kegunaan hasil penelitian untuk aspek ilmu dengan aspek praktis.

g.      Kerangka Pemikiran
Uraikan cara mengalirkan jalan pikiran peneliti menurut kerangka teori dan kerangka konsep yang logis, dengan kerangka berpikir deduktif. Biasanya disajikan dalam bentuk diagram alur.
h.   Hipotesis Penelitian.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang akan diidentifikasikan. Bentuk kalimatnya adalah kalimat pernyataan menurut ketentuan “proporsional”, yaitu kalimat yang terdiri dari dua variable. Hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena pada dasarnya penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka.


BAB II KAJIAN PUSTAKA
§  Kajian pustaka memuat dua hal pokok
1. Deskripsi teoritis tentang objek / variable yang diteliti.
2. Kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan pada bab 1.
§  Pemilihan bahan kajian pustaka didasarkan pada dua criteria:
1. Prinsip kemuthakiran (kecuali untuk penelitian historis)
2. Prinsip relevansi.
Setiap keerangan yang diperoleh dari sumber pustaka dan dicantumkan dalam karya tulis wajib diikuti keterangan acuan (rujukan).

BAB III METODE PENELITIAN
§  Rancangan Penelitian
Strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan peneliti.
§  Populasi dan sampel
Populasi dan sampel tepat digunakan pada penelitian kuantitatif. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survey sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan. Hal yang dibahas dalam bagian populasi dan sampel adalah:
1. Identifikasi dan batasan tentang populasi dan sampel.
2. Prosedur dan teknik pengambilan sampel.
3. Besarnya sampel.
§   Instrumen penelitian
Kemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variable, setelah itu dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian.
§  Teknik pengumpulan data
Bagian ini menguraikan:
1. Langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data.
2. Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data.
3. Jadwal serta waktu pelaksanaan pengumpulan data.
§   Analisis Data
 Uraikan jenis analisis statistic apa yang digunakan


BAB IV HASIL PENELITIAN
a.   Deskripsi data
Uraikan masing-masing variable yang diteliti. Dalam deskripsi data untuk masing-masing vaiabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistic deskriptif, seperti : distribusi frekuensi, grafik atau histogram, nilai rerata, simpang baku, dll.
b.   Pengujian hipotesis

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
Tujuan dari bab pembahasan ini adalah :
1.    Menjawab masalah penelitian atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai.
2.   Menafsirkan temuan penelitian.
3.   Menganalisis hasil penelitian.
4.   Mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.
5.   Memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru.
6.   Menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan penelitian.

BAB VI PENUTUP
1.   Kesimpulan
Kesimpulan terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan. Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam BAB IV.
2.   Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran dapat ditunjukkan pada suatu instansi seperti pemerintahan, lembaga, ataupun swasta, ataupun pihak lain yang dianggap layak.
Daftar Pustaka
Ø Baris pertama di mulai pada margin sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya di mulai dengan 3 ketukan ke kanan.
Ø Jarak antar baris adalah 1,5 spasi.
Ø Daftar pustaka diurut berdasar abjad huruf pertama nama penulis.
Ø  Jika penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikutip, nama penulis harus dicantumkan ulang.
Teknik:
Ø Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga.
Ø Tahun terbit karya ilmiah yang bersangkutan.
Ø Judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama tiap kata kecuali untuk kata sambung dan kata depan, ditulis dengan format huruf miring.
Ø Data publikasi berisi nama tempat kota dan nama penerbit.
Contoh:
Hadi, Sutrisno. 1984. Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
LAMPIRAN

Format Penulisan Untuk Karya Tulis IPA.
Pada dasarnya karya tulis sains memuat format yang sama seperti karya tulis lainnya seperti karya tulis social. Namun, ada perbedaan pada BAB III atau pada metodologi penelitian. Pada Penelitian Sains BAB III Metodologi diganti dengan “Bahan dan Cara Kerja”, yang di dalamnya memuat unsur:

BAB VII BAHAN DAN CARA KERJA
 
Bab ini merupakan bab karya tulis yang penataannya disesuaikan dengan jenis penelitian yang dilakukan. Penyajian penelitian yang bercorak eksperimental dapat dibagi dalam empat bagian, yaitu:
A.  Lokasi
Dituliskan tempat dan waktu penelitian. Keterangan mengenai tempat diberikan selengkap mungkin. Jika perlu melengkapi koordinat dan petanya.
B.  Bahan
Diuraikan semua bahan yang digunakan dalam penelitian, baik sampel maupun bahan habis pakai, seperti bahan kimia. Penyebutan bahan yang digunakan hendaknya disertai keterangan yang terperinci. Misalnya bahan kimia hendaknya disertai dengan merk dagang. 
Contoh :
1.   Sampel
a. Sperma diperoleh dari penderita (pasien) RSCM berumur 30-35 tahun yang menderita….dst. (di sini perlu diberi keterangan jelas mengenai kondisinya, karena tidak akan dibicarakan lagi dalam bagian cara kerja.
b. Sampel ragi tape dibeli secara acak di pasar X, Y, dan Z dalam keadaan kering dan terbungkus rapi.
2.   Bahan Kimia
Semua bahan kimia dari derajat proanalisis, terkecuali alcohol
Contoh: Asam sitrat 50g
K2HPO4 36g
Na Cl 10g
3.   Peralatan
Dituliskan secara jelas dan cermat peralatan yang digunakan dalam penelitian. Peralatan yang yang berada di dalam laboratorium dituliskan secara lengkap.
Contoh: Alat pengukur kepekatan suspensi Spektronic 20.
Kamera foto Nikon FM.
Mikroskop.
Labu Elyemeyer.
4.   Cara Kerja
Nyatakan segala sesuatu yang dilakukan dalam penelitian.: cara pengambilan sampel, perlakuan sampel di lapangan dan di laboratorium, serta pengawetannya (jika ada). Perincian cara kerja harus cermat dan jelas agar bila diulang peneliti lain dalam kondisi yang sama akan memberikan hasil yang sama pula. Uraian dapat berupa:

a. Cara mengambil sampel.
b. Cara memperlakukan sampel dilapangan dan di laboratorium.
c. Cara memelihara objek penelitian selama penelitian.
d. Cara membuat larutan.
e. Cara menentukan PH, Suhu, kelembaban.
f. Cara melakukan assay suatu zat atau senyawa.
g. Cara menginkubasi suatu kultur, dll.

Jika menggunakan statistic, maka bab ini ditutup dengan penjelasan tentang metode statistika yang dipakai untuk mengolah data yang diperoleh. Teori tidak perlu dijabarkan, cukup dengan menyebutkan acuannya. Contohnya perhitungan dicantumkan dalam lampiran.

3. Evaluasi 
Judul & Abstrak

Judul:
  • Apakah judul yang disampaikan mudah dipahami?
  • Apakah terdapat “kesesuaian” antara judul dan isi karya ilmiah ?
Misal:
Judul : “Penerapan E-Commerce dalam Membantu Usaha    Kecil dan Menengah di Indonesia”

Isi    : Hanya membahas tentang E-Catalog saja
             (cat. E-Commerce tidak hanya E-Catalog, tercakup juga E-Bidding, E-Purchase, dsb)

Sebaiknya judul diganti menjadi: “Penerapan E-Catalog dalam E-Commerce untuk Membantu Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia”

Abstrak
  • Apakah abstrak menggambarkan isi tulisan ?
2Tema sentral & Permasalahan

Tema Sentral:
  • Apakah tema sentral dirumuskan secara jelas ?
  • Adakah keterkaitan antara tema dengan masalah yang dibahas ?
Identifikasi Masalah:
  • Apakah masalahnya di ungkapkan secara eksplisit dan efektif?
  • Sejauh mana masalah yang digarap relevan dengan “state of the art” dari disiplin ilmu komputer?

3 Tujuan & Manfaat

Tujuan Penelitian:
  • Apakah tujuan penelitian dituliskan secara jelas?
  • Apakah ada keterkaitan tujuan penelitian dengan masalah penelitian?
Manfaat Penelitian:
  • Apakah manfaat penelitian dituliskan secara jelas?
  • Apakah manfaat tersebut berupa manfaat praktis atau teoritis?
  • Sejauh mana manfaat tersebut dapat menggambarkan bobot skripsi ?
4Kerangka, Pustaka, dan Metode

Kerangka Pemikiran:
  • Apakah butir-butir di atas disampaikan secara eksplisit dalam bentuk subjudul?
Tinjauan Pustaka:
  • Sejauh mana originalitas dan aktualitas penelitian tersebut?
Metode Penelitian:
  • Apakah metode yang dipilih relevan dengan masalah yang disampaikan?
  • Apa yang menjadi dasar pemilihan metode tersebut?
5Hasil & Pembahasan

Hasil Penelitian dan Pembahasan:
  • Apakah pembahasan dilakukan secara sistematis?
  • Bagaimana data maupun hasil penelitian disajikan dan diinterpretasikan?
  • Apakah ada alur pemikiran yang logis dalam penyampaian pembahasan?
  • Sejauh mana pembahasan ini sesuai dengan masalah penelitian?
  • Adakah penemuan baru yang disampaikan oleh peneliti?
6Penarikan Kesimpulan

Penarikan Kesimpulan:
  • Apakah kesimpulan yang diambil didukung oleh data empiris yang telah diinterpretasikan baik kualitatif maupun kuantitatif?
  • Apakah peneliti menggunakan logika deduktif atau induktif dalam menarik kesimpulannya?
  • Sejauh mana penelitian ini memberikan sumbangan untuk kemajuan ilmu pengetahuan?
  • Apakah peneliti memberikan dorongan untuk melakukan penelitian lanjutan?
7Komentar Umum

Komentar Umum:
Tunjukkan berbagai kesalahan ejaan, kalimat yang tidak efektif, paragraf yang tidak mempunyai tema dalam skripsi yang sedang anda amati. Tuliskan beberapa contoh kesalahan tersebut dan perbaikannya.


Sumber :  

http://irosyadi86.blogspot.com/2012/02/persiapan-penulisan-karya-ilmiah.html




http://www.cs.ui.ac.id/lang/id/.../EvaluasiKualitatifKaryaIlmiah

http://kikiherdiyawan.blogspot.com/2012/12/langkah-langkah-dalam-penulisan-karya.html

1. Hal-hal yang penting perlu di perhatikan saat pembuatan penulisan ilmiah dan Perhatikan format penulisan daftar pustaka



1
Selain mengutip sumber-sumber tercetak, sekarang ini, penulis juga dapat  mengumpulkan data dan referensi dari internet atau WWW (World Wide Web, Jaringan Jagad Jembar). Aturan penulisan referensi sama saja dengan rujukan buku, hanya tempat, nama, dan tanggal terbitan ditulis berbeda. Artinya, unsure-unsur itu mengikuti tata cara penulisan di internet. Unsur-unsur yang dicantunkan dalam referensi internet adalah:
a) nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga,
b) judul tulisan diletakkan di antara tanda kutip,
c) judul karya tulis keseluruhan (jika ada) dengan huruf miring (italics), dan
d) data publikasi berisi protocol dan alamat, path, tanggal pesan, atau waktu akses dilakukan.
Contoh pengutipan rujukan dari internet.
1. Dari WWW
Walker, Janice R. “MLA-Style Citations of Electronic Sources.” Style Sheet. http./ /www.cas.usf.edu/English/walker/mla.html (10 Feb. 1996)
2. dari File Transfer Protocol (kutipan yang diunggah [download] melalui FTP) Johnson-Eilola, Jordan, “Little Machines: Rearticulating Hypertext Users.” ftp daedalus.com/pub/CCCC95/Johnson-eilola (10 feb. 1996)
3. Dari ratron (surat electron, e-mail) Bruckman, Amy S. “MOOSE Crossing Proposal.” Mediamoo@media.mit.edu (20 Des. 1994)
4. Dari komunikasi lisan sinkronis (chatting), nama teman chatting menggantikan nama penulis, jenis komunikasi (misalnya, wawancara pribadi, alamat ratron (jika ada), tanggal komunikasi dalam tanda kurung.
Marsha s_Guest. Personal interview. Telnet daedalus.com7777 (10 Feb 1996)
 FORMAT LAIN DAFTAR PUSTAKA
Format penyusunan daftar pustaka bukan hanya format MLA dan APA, masih ada format lain, misalnya format Turabian, format Chicago (The Chicago Manual Style), format Dugdale. Setiap format harus dipelajari. Sebaiknya, dipilih salah satu format dan digunakan secara konsisten dalam daftar pustaka. Berikut akan diperkenalkan format yang dianut oleh UPI Press. Perhatikan perbedaaan penggunaan tanda baca dengan teliti.
Jenis Rujukan
Format UPI Press
Satu Penulis
Sukadji, Soetarlinah. 2000. Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian. Jakarta: UI Press.
Dua Penulis
Widyamartaya, Al., dan V. Sudiati. 1997. Dasar-dasar Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Tiga Penulis
Akahadiah, Sabarti, M. G. Arsjad, dan S. H. Ridwan. 1989. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Lebih dari tigapenulis
Alwi, Hasan. et al. 1993.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Atau Alwi, Hasan, dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Penulis tidakdiketahui/lembaga
Fakultas Matematika dan Ilmi Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. 2002. Panduan Teknis Penyusunan Skripsi Sarjana Sains Bandung: UPI Press.
BukuTerjemahan
Creswell, John W. 2002.Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. diterj. Oleh Angkatan III dan IV KIK-UI belerja sama dengan Nur Khabibah. Eds. Chryshnanda DL dan Bambang Hastobroto. Jakarta: KIK Press.
Buku denganpenyunting/editor
Ihromi, T.O. (Peny.). 1981. Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: PT Gramedia.ATAUIhromi, T.O. (ed.). 198). Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: PT Gramedia.
Serial/berjilid
Sadie, Stanley, (ed.). 1980. The New Grove Dictionary of Music and Musicians. Vol. 15, hlm. 3-66. London: Macmillan.
Jurnal
Molnar, Andrea. 1998. Kemajemukan Budaya Flores: Suatu Pendahuluan. Antropologi Indonesia, No. 56, hlm. 13-19.
Majalah
Asa, Syu’bah. 2004 “PKS: ‘Sayap Ulama’ dan ‘Sayap Idealis’”. Tempo, hlm. 38-39, 5-11 Juli.Syifaa, Ika Nurul. 2004 “Klub Profesi, Perlukah Dimasuki?” Femina, hlm. 54-55, 22-28 Juli.
DokumenPemerintah
Biro Pusat Statistik. 1993. Struktur Ongkos Usaha Tani Padi dan Palawija 1990. Jakarta: BPS.
Surat Kabar
Suwantono, Antonius. 1995. “Keanekaan Hayati Mikro-organisme: Menghargai Mikroba Bangsa.” Kompas. Hlm. 11. 24 Des.“Potret Industri Nasional: Tak Berdaya Dihantam Impor Komponen dan Disortasi Pasar”, Kompas (23 Des. 1995) hlm. 13.
Kompas . 1991. “Menyambut Terbentuknya Badan Pengurus Kemitraan Deklarasi Bali”. Tajuk Rencana (editorial). (22 Des.) hlm. 4.
Naskah yangbelumditerbitkan
Ibrahim, M.D., P. Tjitropranoto, dan Y. Slameka. 1993. “National Network of Information Services in Indonesia: A Design Study”, mimeo. makalah tidak diterbitkan. Jakarta.Budiman, Meilani. 1996. “The Relevance of Multiculturalism to Indonesia”, makalah pada Seminar Sehari tentang Multikulturalisme di Inggris, Amerika, dan Australia, Universitas Indonesia. Depok: Maret.
Swasono, Meutia Farida Hatta. 1974.Generasi Minangkabau di Jakarta: Masalah Identitas Sukubangsa, skripsi (Jakarta: Masalah Identitas Sukubangsa, skripsi sarjana. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Sumber :
Hargiyarto,Putut. 2012. RAGAM BAHASA INDONESIA, TATA TULIS DAFTAR PUSTAKA
http://sinaukomunikasi.wordpress.com/2013/09/27/serial-teknik-penulisan-ilmiah-penulisan-daftar-pustaka-lanjutan/

Rabu, 16 Oktober 2013

Tugas Penalaran



Nama Kelompok :
v  Isrina Ramadhania (23211743)
v  Pricilia Meidy S (28211722)
v  Yudha Sunastantio (27211611)
                                   
1.            Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar?
Jawab :
Pengertian Bahasa
 Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.
 Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang.
Fungsi dasar komunikasi
 Sejumlah upaya mencoba mensistimasisasikan fungsi utama komunikasi massa, yang pada mulanya dimulai oleh Lasswell (1948) yang memberikan ringkasan/kesimpulan mengenai fungsi dasar komunikasi sebagai berikut:
 pengawasan lingkungan;
pertalian (korelasi) bagian-bagian masyarakat dalam memberikan respon terhadap lingkungannya;
 Transmisi warisan budaya.
 Fungsi pengawasan sosial merujuk pada upaya penyebaran informasi dan interpretasi yang obyektif mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di dalam dan di luar lingkungan sosial dengan tujuan kontrol sosial agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 Fungsi korelasi sosial merujuk pada upaya pemberian interpretasi dan informasi yang menghubungkan satu kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya atau antara satu pandangan dengan pandangan lainnya dengan tujuan mencapai konsensus.
Fungsi sosialisasi merujuk pada upaya pewarisan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi lainnya, atau dari satu kelompok ke kelompok lainnya.
Fungsi utama komunikasi
     Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.
     Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambing bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambing dengan objek atau konsep yang diwakili. Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudia dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon.
      Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekedar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi :
·          Untuk tujuan praktis : Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
·         Untuk tujuan artistik : Manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
 Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
 Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang Sejarah manusia selama kebudayaan dan adat istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).


2.            Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan ?
Jawab :
Ø  Bahasa alami dibagi lagi menjadi dua, yaitu :
·         Bahasa isyarat, dibagi menjadi dua :
a.              Bahasa isyarat buatan (berlaku khusus). Dan hanya untuk orang khusus. Bahasa dan symbol yang digunakan juga berlaku khusus dan hanya berlaku untuk orang-orang khusus,. Misalnya, bahasa yang digunakan oleh orang-orang bisu, hanya berlaku untuk orang bisu. Atau misalnya, simbol-simbol tertentu yang biasanya digunakan oleh para intel, biasanya digunakan dan hanya berlaku untuk para intel juga
b.              Bahasa isyarat biasa yang berlaku umum. Artinya difahami bersama, yakni menyetujui suatu rumusan yang dimintakan persetujuan kepadanya. Menggeleng juga sama, ia adalah bahasa isyarat biasa yang berlaku umum, yakni tidak menyetujui apa yang dimintakan persetujian kepada orang yang menggeleng itu.
·         Bahasa biasa, biasanya digunakan untuk komunikasi harian. Symbol sebagai pengandung arti dalam suatu bahasa, disebut kata. Arti yang dikandung disebut makna. Makna kata dalam bahasa biasa, dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu :
a.          Kata tertentu, untuk arti tertentu. kata dimaksud dalam bahasa Indonesia disebut dengan denotasi. Denotasi adalah makna yang sebenarnya, misalnya, puncak mengandung arti batas ketingggian sebuah gunung.
b.          Kata tertentu untuk sesuatu tertentu yang berbeda atau memilki makna yang dikandung oleh kata tertentu. kata puncak tadi, dapat berarti lain, ketika kaliamt yang disusun menjadi : " Soeharto adalah puncak kejayaan republic Indonesia, di zaman orde baru". Kata puncak untuk kaliamt kedua, tidak lain disebut konotatif.

Ø  Bahasa Buatan
Bahasa buatan disusun berdasarkan pertimbangan akal semata. Kata yang terkandung dari jenis ini disebut dengan istilah, arti yang terkandung disebut konsep. Bahasa buatan dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
·         Bahasa istilahi, rumusannya diambil dari bahasa biasa dan sering memunculkan kekaburan makna jika tidak diberi penjelasan sesuai dengan bidang keilmuan yang tercangkup dari bahasa yang dimaksud. Misalnya, kata demokrasi. Kata ini dapat melahirkan kekaburan makna jika tidak dijelaskan oleh mereka yang kompeten dibidang ilmu poitik dan pendidikan kewarganegaraan.
·         Bahasa artificial adalah murni bahasa buatan. Bahasa ini sering pula disebut sebagai bahasa simbolik. Bahasa ini umumnya digunakan untuk rumusan logika matematika dan rumus logika statistik. Misalnya biasanya, 4 X 4 = 16. Atau 43 X 20 = 680. Simbol-simbol bahasa ini, disebut dengan bahasa artificial (logika matematika).

Ø  Bahasa Ilmiah
Bahasa ilmiah adalah bahasa buatan. Bukan bahasa alami. Penyebutan bahasa ilmiah sebagai bahasa buatan didorong suatu rumusan bahwa bahasa alami cendrung sewenang-wenang dan sekehendak hati. Sedangkan bahasa buatan, dituntut memiliki kaidah tertentu. Logika tertentu dan cendrung lebih konseptual dibangdingkan dengan bahasa alami. Menurut Cecep Sumarna (2006:239) mengatakan ciri-ciri bahasa ilmiah cenderung :
1.      Didasarkan atas pemikiran.
2.      Sekehendak hati.
3.      Menuntut kemungkinan dialog/diskusi (logic dan memiliki arti yang mendalam)
4.      Sifatnya berbentuk pernyataan tidak langsung..
5.      Bahasa ilmiah cendrung deklaratif – dapat dinilai benar dan salah, affirmative yang bersifat informatif dan sekaligus neutral positif (kalimat berita). Bahasa ini cendrung mengabaikan dimensi justifikasi dan mengaabaikan sama sekali kecendrungan-kecendrungan subjektif.

3.            Apa yang disebut dengan metakomunikasi?
Jawab :
Komunikasi tidak hanya tergantung pada pesan tetapi juga pada hubungan antara pembicara dengan lawan bicaranya. Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar. Contoh: tersenyum ketika sedang marah.
Metakomunikasi harus kita sadari keberadaanya, hal ini penting mengingat pengaruh meta-komunikasi yang kuat akan selalu menyertai setiap pesan.
“Metakomunikasi” :
- Merupakan uraian yang menggambarkan hubungan antara komunikator dan komunikan saat melakukan komunikasi. Metakomunikasi dapat berupa pesan verbal dan non verbal. Contohnya dengan tetap tersenyum walaupun sedang marah.
- Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.
Konsep metakomunikasi dapat diilustrasikan sebagai berikut, Anda dapat berkomunikasi tentang semua hal yang ada di dunia - tentang meja dan kursi dimana Anda sedang duduk didepan komputer yang sedang Anda gunakan, atau tentang bagian yang sedang Anda baca sekarang, dan bahasa yang Anda gunakan sekarang adalah bahasa pemrograman. Kita sebut saja semua ini sebagai objek komunikasi, karena Anda berbicara mengenai berbagai objek. Tapi perlu diperhatikan juga bahwa Anda tidak terbatas untuk berbicara tentang objek, Anda juga bisa berbicara tentang berbicara Anda, Anda bisa berkomunikasi tentang komunikasi Anda, sehingga semua aktivitas ini dapat disebut sebagai metakomunikasi. Dengan cara yang sama, Anda pun bisa berkomunikasi menggunakan bahasa lainnya (meta-bahasa) untuk berbicara tentang bahasa dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Perbedaan antara objek komunikasi dan meta-komunikasi bukan hanya secara keilmuan, hal itu sangatlah terlalu sederhana, oleh karena perlu diketahui bahwa perbedaan diantara kedua bentuk komunikasi tersebut sangat penting dipahami guna menghindari berbagai kerancuan dan konflik dari berbagai interaksi komunikasi interpersonal.
Sebenarnya, Kita menggunakan perbedaan ini setiap hari, namun tidak menyadarinya. Misalnya, ketika Kita mengirim komentar di sebuah forum jejaring sosial kepada seseorang dengan komentar bernada sinis namun kemudian meletakkan smiley di akhir komentar. Dengan mengkomunikasikan smiley, bagi komunikan dapat dimaknai sebagai “pesan yang tidak dipahami secara harfiah, melainkan dapat dipahami bahwa dalam pesan tersebut komunikator sedang mencoba menyampaikan humor.“ Dengan demikian kedudukan smiley adalah sebagai metapesan, merupakan pesan tentang pesan.

Sumber:

Sabtu, 12 Oktober 2013

RAKYAT INDONESIA MENAGIS

hari ini aku baru melihat betapa susah nya kehidupan rakyat jakarta, karena saat aku jalan dari depok menuju cibinong dengan motor, aku melihat seorang bapak yang sudah tua dan sangat lemah fisiknya mencari sesuap nasi dan sedikit demi sedkit rupiah di jalan dekat pasar cibinong, aku menepi dan rasanya ingin menangis melihat bapak tersebut, membayangkan apa yang akan terjadi jika orang tua tersebut adalah ayah ku,, dan kemanakah keadilan di negara repbulik indonesia ini dan kemanakah kepedulian pemerintah kita terhadap orang" yang membutuhkan pertolongan mereka,,,
dan mengapa makin hari negara RI makin hancur dan porak poranda karena segelintir orang yang melakukan perbuatan yang merusak negara kita dengan KORUPSI hanya memperkaya ekonomi mereka tanpa memikirkan rakyat kecil yang ada di jalan-jalan. aku yakin saat ini para pahlawan yang sudah terkubur dengan tanah  pasti sangat sedih dengan keadaan negara kita saat ini.. semoga akan ada jalan keluar yang terbaik buat masalah yang saat ini sedang di hadapi RI.

KESEDIHAN HATI

menghitung hari demi hari tanpa tahu kemana langkah ku saat aku lulus kuliah,, karena ke 2 orang tua ku memiliki keinginan yang berbeda. aku saat ini tidak dapat menentukan masa depan ku sediri, sekalipun aku kelihatan tegar dengan semua masalah yang aku hadapi hari demi hari tanpa ku tahu jalan keluar apa yang harus aku pilih.. hidup ku seperti pohon yang bergantu pada air dan matahri, aku ingin sekali keluar dari kehidupan ku saat ini, namun aku tidak dapat melakukan itu, karena aku memiliki tanggung jawab yang besar bagi ke 3 adik"ku. masa depan ku saat ini aku serahkan kepada tuhan yesus dan semua yang aku lakukan hanya akan membuat ke 2 orang tua ku bahagia, aku ingin menjadi anak yang membuat orang tua ku bangga dan aku percaya, kalau setiap masalah yang tuhan berikan kepada aku dan keluarga ku, itu karena tuhan punya rencana indah bagi hidup ku saat ini.

Minggu, 29 September 2013

bahasa indonesia ( Analogi, sinonim, antonim , dan logika)

ANALOGI : Dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada

contoh soal analogi 
1. Kendaraan : Mobil 
a. Gaji : Upah
b. Kapal : Perahu
c. Binatang : Lawan
d. Orang : Pemuda
e. Laut : Danau 
jawaban d ( mobil merupakan kendaraan , sedangkan pemuda merupakan orang)

2. cincin : jari = kalung : ...
a. leher
b. tangan
c . telinga 
d. mata
e. kaki
jawaban : a ( cincin dipakai dijari, sedangkan kalung dipake di leher)

3. Bangsa : Ethnologi
a. Demostrasi:Demografi
b. Bumi : Geografi
c. Planet : Astronomi
d. Penyakit : Patologi
e. Alam : Biologi
 jawaban :d ( ethnologi merupakan bangsa, sedangkan patologi merupakan penyakit)

4. Seminar : Sarjana
a. Perpustakaan : Peneliti
b. Koneurvator : Seniman
c. Ruang pengadilan: Saksi
d. Rumah sakit : pasien
e. Akademi : Taruna
jawaban : a ( seminar :sarjana = perpustakaan : peneliti)

5. Rambut : gundul
a. Lantai : licin
b. Pakaian : bugil
c. Botak : kepala
d. Mobil : mogok
e. Bulu : cabut
jawaban : b ( gundul berhubungan dengan rambut, sedangkan bugil berhubungan dengan pakaian )

Sinonim adalah kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi).

contoh soal sinonim
1. Adiktif 
A. Ingin berhenti 
B. Candu 
C. Obat terlarang 
D. NAPZA 
E. Narkotika
jawaban : B ( sinonim adiktif adalah candu )
2. Tag 
A. Label 
B. Internet 
C. Perkataan 
D. Situs 
E. Blog
jawaban : A ( sinonim tag adalah tabel )
3. Absorpsi 
A. Pengeluaran 
B. Penafsiran 
C. Penerimaan 
D. Pengambilan 
E. Penyerapan
jawaban : E ( Sinonim absorpsi adalah penyerapan )
4.  Laik 
A. Baik 
B. Pintar 
C. Layak 
D. Semakin 
E. Buruk 
jawaban : C ( sinonim laik adalah layak)
5. Fantastis 
A. Ampuh 
B. Sakti 
C. Bagus 
D. Luar biasa 
E. Kesenangan 
jawaban : D ( sinonim Fantastis adalah luar biasa)

Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata.

contoh soal antonim 

1. HIGIENIS ><
a. jorok
b. sehat
c. tidak bergizi
d. kotor
e. aseptis
jawaban : d ( antonim higienis adalah kotor )

2. OLENG ><
a. terkendali
b. stabil
c. tidak stabil
d. lepas kendali
e. goyang
jawaban : b ( antonim oleng adalah stabil)

3. TULEN ><
a. asli
b. tiruan
c. sejati
d. plagiat
e. natural
jawaban : b ( antonim tulen adalah tiruan )

4.LALIM ><
a. adil
b. terpercaya
c. bodoh
d. pintar
e. tegas
jawaban : a ( antonim lalim adalah adil)

5. JARANG ><
a. gundul
b. kadang-kadang
c. kosong
d. tipis
e. rimbun
jawaban : e ( antonim jarang adalah rimbun)

 LOGIKA : penalaran

contoh soal logika
1. Semua Kepala Sekolah adalah sarjana. Sementara Kepala Sekolah adalah guru. Jadi :
a. Sementara guru adalah sarjana.
b. Sementara sarjana adalah Kepala Sekolah
c. Sementara guru adalah Kepala Sekolah.
d. Semua guru adalah sarjana.
jawaban : D (Semua guru adalah sarjana.)
2. Semua polisi berbadan tegap. Sebagian polisi adalah polisi lalu lintas. Jadi :
a. Polisi lalu lintas pasti berbadan tegap
b. Ada polisi yang tidak berbadan tegap
c. Semua polisi pasti polisi lalu lintas.
d. Sebagian polisi lalu lintas berbadan tegap.
jawaban : A (Polisi lalu lintas pasti berbadan tegap)
3. Tidak semua sarjana sastra menguasai bahasa Prancis. Tidak semua sarjana sastra Prancis lancar berbicara bahasa Prancis. Semua sarjana jurusan Indonesia lancar berbicara bahasa Indonesia. Sunaryati adalah sarjana jurusan Jerman. Jadi :
a. Sunaryati lancar berbicara bahasa Jerman.
b. Sunaryati mungkin tidak lancar berbicara bahasa Perancis.
c. Sunaryati tidak mungkin lancar berbicara bahasa Jerman.
d. Sunaryati mungkin lancar berbicara bahasa Jerman.
jawaban : B (Sunaryati mungkin tidak lancar berbicara bahasa Perancis.)
4. Semua pejabat tidak miskin. Semua mahasiswa tidak dapat dibohongi. Maka ....
a. Pejabat tidak dapat dibohongi.
b. Mahasiswa tidak miskin.
c. Pejabat dan mahasiswa tidak miskin dan tidak dapat di bohongi.
d. Tidak dapat ditarik kesimpulan.
jawaban : D ( Tidak dapat ditarik kesimpulan.)
5. Semua binatang adalah makhluk hidup. Semua makhluk hidup akan mati. Kera dalah binatang yang berekor. Tidak semua binatang yang berekor dapat memanjat. Jadi :
a. Kera dapat memanjat pohon.
b. Kera tidak dapat memanjat pohon.
c. Kera tidak mungkin akan mati.
d. Kera akan mati.
jawaban : D ( Kera akan mati )