Rabu, 11 Maret 2015

Multinational Corporation(MNC)

Nama : Pricilia Meidy
Kelas : 4EB17
NPM : 28211722
Multinational Corporation(MNC) merupakan  suatu perusahaan yang bergerak dibidang produksi dan menjual suatu barang atau jasa yang berada lebih dari satu negara. Bentuk umumnya ada perusahaan induk (holding company) di suatu negara dengan beberapa anak perusahaan (subsidiaries) dinegara lain, yang umumnya kegiatan meliputi trading or manufacturing.
Ciri khasnya MNC: perusahaan harus membuat keputusan-keputusan mengenai pendapatan dalam berbagai jenis valas yang akan mempengaruhi berbagai operasi perusahaan. Sehingga melihat multi atau tidaknya perusahaan bukan dari besarnya asset tetapi dari operasionalnya.
MNC yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana dari banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.
Karena jangkauan internasional dan mobilitas MNC, wilayah dalam negara dan negara sendiri harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada MNC, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai.
Karakteristik perusahaan Multinasional :
  • Membentuk afiliasi di luar negeri.
  • Visi dan Strategi yang dimiliki perusahaan bersifat global (mendunia).
  • Menempatkan afiliasi di Negara negara maju.
  • Lebih cenderung memilih kegiatan bisnis tertentu, misalnya manufaktur.

Sumber :

KPI (key performance indicators)




 
Nama : Pricilia Meidy
Kelas : 4EB17
NPM :28211722

Key Performance Indicators merupakan matrik baik finansial maupun non finansial yang digunakan oleh perusahaan untuk mengukur performa kinerjanya. Key Performance Indicator biasanya digunakan untuk menilai kondisi suatu bisnis serta tindakan apa yang diperlukan untuk menyikapi kondisi tersebut.
Selama ini Key Performance Indicators digunakan untuk mengukur parameter kualitatif yang cenderung sulit pengukurannya. Misalnya kualitas kepemimpinan dan kepuasan pelanggan. Satu hal yang perlu Anda perhatikan, tidak semua matrik adalah Key Performance Indicators.
Perbedaannya terletak pada isi matriknya. Matrik Key Performance Indicators menjelaskan performa kinerja yang hendak dicapai oleh sebuah perusahaan serta langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk merealisasikan obyek strategi dari perusahaan tersebut.
Sebuah matrik dikatakan sebagai Key Performance Indicators ketika memenuhi kriteria berikut ini:
(1) Memiliki target. Yakni target apa yang hendak dicapai serta waktu yang diperkukan untuk meraih target tersebut.
(2) Berorientasi pada outcome. Jadi tidak sekedar output (hasil dari proses) sebab outcome berpengaruh secara signifikan.
(3) Memiliki nilai threshold (ambang batas). Yakni untuk membedakan antara nilai target dengan nilai aktual.
Key Performance Indicators memiliki peran penting bagi kemajuan sebuah perusahaan. Sebab, perusahaan akhirnya dintuntut memiliki visi dan misi yang jelas serta langkah praktis untuk merealisasikan tujuannya. Dan tidak sekedar itu saja, dengan Key Performance Indicators perusahaan bisa mengukur pencapaian performa kinerjanya. Apakah sudah sesuai ataukah belum sama sekali.
Karena Key Performance Indicators merupakan alat ukur performa kinerja sebuah perusahaan, maka Key Performance Indicators juga harus mencerminkan tujuan yang ingin diraih oleh perusahaan tersebut. Artinya, Key Performance Indicators setiap perusahaan bisa jadi berbeda sesuai dengan kebutuhannya.
Oleh karena itu sebelum menetapkan Key Performance Indicators, perusahaan harus melakukan beberapa persiapan berikut ini:
(1) Menetapkan tujuan yang hendak dicapai.
(2) Memiliki bisnis proses yang telah terdefinisi dengan jelas.
(3) Menetapkan ukuran kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
(4) Memonitor setiap kondisi yang terjadi serta melakukan perubahan yang diperlukan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
Key Performance Indicators membutuhkan perencanaan yang matang. Selain itu juga harus didukung oleh ketersediaan data dan informasi yang akurat serta konsisten. Di sinilah peran penting sistim informasi bagi sebuah perusahaan.
Jika perusahaan mampu menyediakan sistim informasi yang akurat, konsiten, dan mudah diakses bagi siapa saja yang berkepentingan, niscaya data yang diperoleh bisa dipertanggungjawabkan keakuratan dan konsistensinya. Walhasil, perusahaan juga harus menyediakan perangkat teknologi informasi yang fungsional dan tepat sasaran.
Agar Key Performance Indicators bisa berfungsi dengan optimal, maka Key Performance Indicators harus memenuhi kaidah SMART. Yakni scietific (spesifik), measureable (terukur), achievable (bisa dicapai/realistis), reliable (bisa dipercaya), time bound (target waktu).

- See more at: http://manajemenkinerja.com/2011/11/pengertian-tentang-kpi-key-performance-indicators/#sthash.XaaekDQp.dpuf

Kamis, 08 Januari 2015

Cerpen Tentang Etika Profesi



                                                KEGAGALAN

Tok... tok... tok....
bunyi pintu yang kencang  membangunkan dari tidurnya yang lelap
pandu langsung melihat jam di mejanya dan ternyata waktu telah menunjukkan pukul 06.00 pagi. ia sontak berdiri dari ranjangnya itu dan segera menuju kamar mandi bersiap mandi dan sarapan. Pagi ini pandu bangun kesiangan lagi dan terburu-buru untuk pergi bekerja. Saat di dalam kereta ia baru ingat ada berkas yang tertinggal di rumahnya, rasa kesalpun bertambah saat kereta penuh  sesak dan ia sulit untuk bergerak.
Pukul 08.00 ia tiba di kantornya di daerah Jakarta Selatan. pekerjaan pandu adalah seorang auditor. Sebagai auditor banyak yang harus ia kerjakan sampai-sampai sering pulang larut malam maupun pagi, kesehatannya juga kadang terganggu sehingga mudah sakit. Tapi sosok pandu sagatlah kuat dan bekerja keras dalam bekerja.
kedubruuukkk..
Tumpukan kertas-kertas dan berkas-berkas ia tempatkan di mejanya. Ia harus mengaudit laporan keuangan suatu perusahaan yang deadlinenya 2 minggu lagi. Dengan sigap ia harus segera menyelesaikan laporan keuangan tepat waktu dan  rasa lelahpun menghampiri laki-laki itu. wajahnya melihat ke arah tangan kirinya dan dilihatlah jam 21.00, pekerjaannya belum selesai juga. Akhirnya ia membawa pulang sebagai bekal pekerjaan di rumah.
2 minggu sudah ia lewati berkutik mengaudit laporan keuangan itu dan syukurlah selesai tepat pada waktunya. Langsung laporan itu di berikan pandu ke perusahaan. Sore itu ia mendapati seorang tamu laki-laki yang umurnya terlihat lebih muda dari pandu . Kedatangan laki-laki itu bertemu pandu karena ingin mengetahui tentang informasi perusahaan yang baru  saja ia audit, bahkan ia meminta laporan keuangan yang telah di audit. Pria itu mengaku di utus atasannya dari  perusahaan yang bersangkutan. Tanpa berfikir panjang laki-laki berkulit sawo mateng ini langsung memberikan informasi-informasi yang pria itu minta.
Ia baru sadar akan kerahasiaan suatu laporan keuangan saat pulang kerja menuju rumahnya.  pandu ternyata sudah melanggar salah satu etika profesi akuntan. Seharusnya ia tidak dengan mudah percaya terhadap orang, harus profesional dan bertanggung jawab. Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Dalam kode etik Etika profesi akuntan telah diatur bagaimana seharusnya para akuntan bertindak. Akan tetapi pada kenyataannya, selalu ada penyimpangan- penyimpangan yang dilakukan oleh para akuntan.


contoh kasus Fraud Auditing Perusahaan Multilateral & Analisis di luar negeri



Dua perusahan Auditor sebelumnya yang mengaudit laporan keuangan dari sebuah perusahaan real estate terkenal di Singapura, dinyatakan bersalah dan dihukum denda sebesar SGD 775,000 (US$ 504,049) karena terbukti gagal untuk memberikan peringatan kepada manajemen perusahaan tersebut tentang adanya kecurangan yang dilakukan oleh mantan manajer keuangannya yang dilakukan sepanjang tahun 2002 dan 2004 dimana sang manajer tidak menyetorkan uang perusahaan ke bank yang ditunjuk.

Kecurangan sang manajer keuangan tsb diketahui setelah perusahaan audit yang baru Patrick Lee Public accounting Cooperation menerima laporan rekonsiliasi bank yang berbeda dengan laporan accounting perusahaan, dimana terjadi kekurangan dana sebesar SGD 672,253 (US$ 437,224). Pengadilan memutuskan bahwa seharusnya perusahaan audit sebelumnya dapat mendeteksi adanya kecurangan tsb dan memberikan laporan peringatan kepada pihak manajemen atas adanya ketidakberesan laporan keuangan perusahaan.
Analisis : Keputusan pengadilan tersebut telah memberikan peringatan yang jelas kepada perusahaan audit tentang fungsi dan tanggung jawab profesi Auditor.
Seharusnya manajemen perusahaan tersebut mengaudit laporan keuangan yang telah dibuat oleh manager keuangan sebelum manager tersebut keluar dari perusahaan.
Sumber :
http://rinanonano.blogspot.com/2014/12/contoh-kasus-fraud-auditing-perusahaan.html